Kejadian kaburnya tersangka narkoba Alung Ramadhan, yang membawa sabu seberat 58 kilogram dari ruang penyidik Polda Jambi.

Geger! Buron Sabu 58 Kg Lepas, Foto Tampangnya Bikin Netizen Murka

Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan pertanyaan soal keamanan institusi kepolisian, tetapi juga mengundang kekhawatiran tentang keselamatan warga. Alung, yang telah ditetapkan sebagai DPO, berhasil meloloskan diri dari penahanan dengan cara dramatis, membuat Polda Jambi kewalahan. Simak selengkapnya hanya di Investigasi Kasus Narkoba.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Kronologi Kaburnya Alung Ramadhan

Kaburnya Alung Ramadhan terjadi pada malam hari, tepat saat pihak penyidik sedang melakukan pemeriksaan rutin. Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji, Alung melompat dari jendela lantai 2 ke bangunan yang belum selesai dibangun. Ia tetap mengenakan borgol jenis kabel tis saat melompat, menunjukkan keberanian sekaligus risiko tinggi dalam pelariannya.

Tersangka yang berusia 23 tahun dan memiliki tato di dada ini sebelumnya ditangkap bersama dua rekannya, Agit Putra Ramadan dan Juniardo. Ketiganya dibawa ke ruang penyidik Ditresnarkoba Polda Jambi, tetapi kelalaian penyidik membuka celah bagi Alung untuk melarikan diri. Peristiwa ini menjadi sorotan karena Alung lolos selama enam bulan tanpa jejak, memicu pencarian intensif dari pihak kepolisian.

Selain itu, Alung diketahui memiliki tinggi badan 170 cm dan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Informasi ini menjadi penting karena membantu publik dan aparat mengidentifikasi tersangka jika terlihat di tempat umum. Foto terbaru Alung juga sudah dibagikan ke media dan menjadi viral di media sosial, memicu diskusi hangat tentang keamanan Polda Jambi.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

šŸ”„ Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
šŸ“² DOWNLOAD SEKARANG

Reaksi Kepolisian Dan Tindakan Disipliner

Kelalaian dalam pengawasan tersangka tidak luput dari perhatian internal Polri. Beberapa penyidik yang terlibat telah dikenai sanksi kode etik. Salah satunya adalah AKBP Nurbani, mantan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jambi, yang dijatuhi sanksi demosi selama dua tahun dan dimutasi ke Yanma Polda Jambi.

Kombes Erlan Munaji menegaskan bahwa insiden ini murni akibat kelalaian penyidik, dan semua prosedur internal telah diperiksa melalui sidang kode etik. Meski demikian, kepercayaan publik sempat goyah karena kaburnya tersangka dengan metode dramatis dari lantai 2. Aparat juga meminta bantuan Bareskrim Polri dan Polda lain untuk memburu Alung.

Dalam beberapa bulan terakhir, tim kepolisian telah melakukan penyelidikan intensif, termasuk memeriksa saksi dan memantau lokasi-lokasi strategis di Kota Jambi. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan keberadaan Alung, mengingat tingginya risiko tersangka bersenjata atau terlibat jaringan kriminal lainnya.

Baca Juga:Ā Penangkapan Mengejutkan Di Jakbar, Polisi Temukan Ratusan Gram Ganja

Dampak Pelarian Dan Kepanikan Publik

Dampak Pelarian Dan Kepanikan PublikĀ Ā 

Kaburnya Alung menimbulkan keresahan di masyarakat. Warga setempat merasa takut dan waswas terhadap kemungkinan tersangka kembali melakukan tindakan kriminal. Selain itu, kaburnya Alung juga menjadi perbincangan hangat di media sosial, di mana netizen membagikan foto dan informasi terbaru mengenai tersangka.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana satu tindakan dramatis bisa memicu kepanikan publik dan viral di dunia maya. Banyak pihak mempertanyakan profesionalitas kepolisian, sementara sebagian lainnya berspekulasi tentang kemungkinan Alung telah mendapatkan bantuan dari jaringan kriminal. Ketegangan ini mendorong aparat meningkatkan pengawasan di berbagai titik strategis di Jambi.

Selain itu, kasus ini membuka perdebatan soal keamanan penahanan tersangka narkoba dengan barang bukti besar. Masyarakat menuntut langkah preventif yang lebih ketat agar insiden serupa tidak terjadi di masa depan. Pelarian Alung menjadi pengingat pentingnya koordinasi internal, disiplin, dan prosedur ketat dalam menangani tersangka berprofil tinggi.

Proses Hukum Rekannya

Sementara itu, dua tersangka lain, Agit Putra Ramadan dan Juniardo, telah dilimpahkan ke Kejaksaan dan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jambi. Proses hukum mereka menjadi perhatian karena terkait dengan barang bukti sabu seberat 58 kilogram yang sangat besar.

Pihak kepolisian terus berupaya mengejar Alung dengan berbagai cara, termasuk patroli, pemantauan CCTV, dan koordinasi dengan kepolisian daerah lain. Selain itu, polisi juga meningkatkan sosialisasi ke masyarakat untuk membantu mengidentifikasi tersangka.

Kasus narkoba ini menegaskan bahwa meskipun pelarian tersangka telah terjadi, proses hukum tetap berjalan untuk semua pihak terkait. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, sekaligus memberikan pesan tegas bahwa pelanggaran hukum akan ditindak tegas, meski pelaku sempat lolos.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dariĀ tvonenews.com
  • Gambar Kedua dariĀ bandung.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *