Polisi berhasil menggagalkan peredaran ratusan butir ekstasi di Jakarta, mengamankan pengedar dan barang bukti untuk proses hukum.

Polisi Gagalkan Peredaran Ratusan Butir Ekstasi Di Jakarta

Jakarta kembali diguncang kasus narkoba. Polisi berhasil menangkap pengedar yang membawa ratusan butir ekstasi, menghentikan peredaran gelap di ibu kota.

Temukan detail penangkapan dan barang bukti yang disita  hanya di Berita dan Investigasi Kasus Narkoba.

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Di Jakarta

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pengedar narkotika berinisial B di parkiran bawah tanah Apartemen Grand Kartini, Jakarta Pusat, pada Selasa, 10 Februari 2026. Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang menyebutkan bahwa pelaku aktif menyimpan dan mengedarkan narkotika di wilayah Jakarta.

Saat dilakukan penangkapan awal, polisi menyita 15 butir ekstasi yang disimpan tersangka dalam plastik kecil. Ekstasi itu siap diedarkan, dan modus ini menunjukkan bahwa tersangka memiliki jaringan lokal yang cukup rapat.

Polisi menegaskan bahwa tindakan tegas akan diberikan. Penangkapan ini menjadi perhatian serius karena ekstasi termasuk narkotika golongan I yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental pengguna.

Penggeledahan Di Rumah Tersangka

Setelah penangkapan di lokasi pertama, polisi melanjutkan penggeledahan ke rumah tersangka yang berada di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Tujuannya adalah memastikan tidak ada narkotika tambahan yang disembunyikan dan mengungkap jaringan pengedarannya.

Dari rumah pelaku, ditemukan 435 butir ekstasi tambahan dan 66,5 gram sabu. Barang bukti ini disimpan dengan rapi dan siap edar, menunjukkan bahwa tersangka memang menjalankan usaha peredaran narkoba secara sistematis.

Dengan total barang bukti mencapai 450 butir ekstasi dan 66,5 gram sabu dari dua lokasi berbeda, polisi menegaskan kasus ini menjadi perhatian serius. Jumlah ini cukup besar untuk kategori peredaran skala menengah hingga besar.

Baca Juga: Nekat! DJ Turki Bawa 1,2 Kg Kokain Ke Bali, Langsung Diciduk Petugas

Modus Operandi Pelaku

 Modus Operandi Pelaku 700

Tersangka B menggunakan metode sederhana tetapi efektif. Ekstasi dibungkus dalam plastik kecil agar mudah dibagi-bagi dan siap diedarkan ke pembeli di berbagai titik. Teknik ini memudahkan pengiriman sekaligus meminimalkan risiko ketahuan pihak berwajib.

Selain itu, tersangka mengaku memiliki jaringan lokal yang membantu distribusi narkoba ke konsumen di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan orang lain dalam jaringan ini.

Kepala Unit 5 Subdit 2 Direktorat Narkoba, Inspektur Satu Andri Fajar, menyatakan modus ini menunjukkan bahwa pengedar narkoba semakin terstruktur dan sistematis. Penindakan hingga ke akar jaringan diperlukan agar peredaran narkoba bisa dikendalikan.

Penahanan Dan Pemeriksaan Intensif

Setelah penggeledahan, tersangka langsung dibawa ke Markas Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi akan mendalami asal usul narkotika serta jaringan yang terlibat, baik lokal maupun lintas wilayah.

Andri Fajar menyebutkan tersangka B akan diperiksa secara intensif untuk memastikan tidak ada pihak lain yang turut berperan dalam peredaran narkoba ini. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat mengungkap jaringan pengedar yang lebih luas.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba. Keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting untuk menekan peredaran narkoba di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Ancaman Hukum Dan Efek Jera

Tersangka B terancam dijerat pasal peredaran narkotika golongan I dengan ancaman hukuman pidana penjara yang berat. Hal ini termasuk ekstasi dan sabu yang ditemukan dalam penggeledahan.

Polisi menegaskan tindakan tegas terhadap pengedar bertujuan untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi masyarakat dari dampak buruk narkoba. Penindakan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pengedar lain agar tidak menjalankan aksinya.

Kasus ini menunjukkan bahwa Polda Metro Jaya akan terus memonitor peredaran narkoba di wilayah ibu kota. Operasi rutin, patroli intelijen, dan kerja sama dengan masyarakat menjadi strategi utama untuk menekan peredaran narkoba secara signifikan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari tempo.co
  • Gambar Kedua dari tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *